Sabtu, 04 Agustus 2012

HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TENTANG PELAKSANAAN PRAKTIKUM DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN KIMIA


BAB I
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang
Pemilihan metode pengajaran sangat menentukan di dalam peningkatan prestasi belajar siswa, karena metode pengajaran akan mampu meningkatkan motivasi dan daya serap siswa terhadap materi pelajaran yang disampaikan. Penggunaaan metode pengajaran yang tepat dan benar akan mampu meningkatkan efektifitas pengajaran. Ada beberapa metode mengajar yang sering digunakan para guru dalam penyampaian materi pelajaran, yakni; metode ceramah, demonstrasi, eksperimen, tanya jawab dan sebagainya. Namun, guru dalam memilih metode-metode mengajar tersebut pada waktu mengajar bergantung kepada tujuan pembelajaran, bahan yang diajarkan, siswa yang diajar dan fasilitas apa yang digunakan dalam proses belajar mengajar. Seorang guru dituntut untuk dapat memilih strategi atau metode pembelajaran yang tepat agar siswa atau peserta didik mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Di dalam kurikulum yang berlaku saat ini yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menyebutkan bahwa:
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang gejala alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar peserta didik mampu menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Kimia merupakan ilmu yang termasuk rumpun IPA, oleh karenanya Kimia memiliki karakteristik sama dengan IPA. Kimia merupakan ilmu yang pada awalnya diperoleh dan dikembangkan berdasarkan percobaan (induktif) namun pada perkembangan selanjutnya kimia juga diperoleh dan dikembangkan berdasarkan teori (deduktif). Mata pelajaran Kimia perlu diajarkan untuk tujuan yang lebih khusus yaitu membekali peserta didik pengetahuan, pemahaman dan sejumlah kemampuan yang dipersyaratkan untuk memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi serta mengembangkan ilmu dan teknologi. Oleh karena itu pembelajaran kimia menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah (BSNP, 2006: 459).
Saat ini pengalaman pendidikan yang sering dihadapi oleh guru-guru kimia di SMA adalah bahwa kebanyakan siswa menganggap mata pelajaran kimia sebagai mata pelajaran sulit, sehingga siswa terlebih dahulu merasa kurang mampu untuk mempelajarinya. Hal ini mungkin disebabkan oleh penyajian materi kimia kurang menarik dan membosankan, sehingga terkesan sulit dan menakutkan bagi siswa yang kurang menguasai konsep-konsep dasar pelajaran kimia. Sebagai akibat dari ‘merasa sulit’ tersebut maka pelajaran kimia menjadi tidak menarik lagi bagi kebanyakan siswa SMA. Pelajaran kimia sulit bagi siswa disebabkan oleh metode pembelajaran kimia yang diterapkan guru bersifat monoton dan kurang bervariasi sehingga belajar kimia kurang bermakna dan tidak menarik bagi siswa. (Marnida Yusfiani tersedia:http://www. geocities.com/ J_sains/Vol1_No1.html).
Menurut Marnida Y. dan Manihar S. dalam penelitiannya menyebutkan bahwa kesulitan yang mendasar dialami siswa dalam menguasai materi pelajaran kimia antara lain: (1) kesulitan dalam memahami konsep kimia (68,65%); (2) kesulitan dengan angka (66,7%); (3) kesulitan dalam menafsirkan soal (72%); (4) kesulitan yang disebabkan karena pribadi siswa sendiri yang menyatakan pelajaran kimia sulit untuk dipelajari; (5) faktor kesehatan, yaitu siswa tidak dapat menerima dengan jelas informasi yang disampaikan guru kimia; (6) faktor guru, yaitu kurang/tidak senang dengan guru kimia yang mengajarnya (http://www.geocities.com/J_sains/Vol1_No1.html).
Oleh karena itu diperlukan upaya untuk menunjang tugas-tugas guru guna memotivasi dan meningkatkan pemahaman siswa terhadap pembelajaran Kimia. Salah satunya dapat dilakukan melalui pelaksanaan praktikum. Hal ini karena penyampaian materi kimia akan sangat efektif bila disajikan menggunakan praktikum karena siswa akan dihadapkan dengan “situasi nyata”, sehingga akan dapat menarik minat dan perhatian siswa terhadap materi pelajaran yang sedang diajarkan ( http://www.geocities.com/ J_sains/ Vol1_ No1.html). Di Indonesia belajar kimia tanpa praktikum kadang (atau sudah lazim) dilakukan. Di pelosok bahkan di perkotaan juga bisa terjadi bahwa belajar kimia tanpa eksperimen. Alasannya, karena keterbatasan fasilitas, sarana dan prasarana laboratorium di sekolah-sekolah (http://id.answers. yahoo.com/ question/index?qid= 20071112073505 AA6qkEY).
Namun dewasa ini minat dan perhatian terhadap kegiatan laboratorium sebagai sarana bagi pengajaran sains telah berkembang, khususnya disekolah-sekolah menengah. Hal ini dilihat dalam kurikulum yang dikembangkan saat ini, dimana kegiatan praktikum merupakan salah satu alternatif untuk memberikan pengalaman belajar kepada siswa. Melalui kegiatan praktikum, siswa dilatih untuk mengamati, mengklasifikasikan, dan menyimpulkan suatu fakta atau serangkaian fakta dibawah bimbingan guru secara penuh yang dapat membantu siswa berfikir sesuai dengan langkah-langkah yang ditempuh dalam metode ilmiah.
Dari hasil sebuah penelitian menyebutkan bahwa tanggapan siswa terhadap proses pembelajaran menggunakan praktikum pada umumnya siswa merasa senang melaksanakan kegiatan praktikum tersebut. Dan juga pemahaman konsep siswa mengalami peningkatan setelah mengikuti pembelajaran dengan metode praktikum (Pujiati, 2005 tersedia http://digilib.upi.edu/pasca/available/etd-1027105-141546/). Hasil penelitian lainnya menunjukkan rata-rata persentase respon sikap siswa terhadap pembelajaran metode praktikum kimia adalah baik sebesar 79,09 artinya siswa memberikan respon yang positif (Yuliati tersedia http://digilib.upi.edu/pasca/available/etd-1223105-145152/).
Berdasarkan uraian tersebut, penulis akan melakukan penelitian apakah persepsi siswa tentang pelaksanaan praktikum ada hubungannya dengan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Kimia. Selanjutnya, dalam penelitian ini penulis mengambil judul : “Hubungan Persepsi Siswa Tentang Pelaksanaan Praktikum dengan Motivasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran Kimia”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar